Beasiswa S2 di Belanda untuk Mahasiswa Indonesia

Ada banyak sekali mahasiswa asal Indonesia yang kini sedang menempuh studi di negeri Belanda. Beberapa diantaranya adalah mahasiswa penerima beasiswa. Berikut ini adalah kutipan dari salah satu blog yang menceritakan pengalaman mahasiswa Indonesia dalam kuliah dan mencari beasiswa di Belanda.

Artikel ini dibawah ini dikutip dari blog pengalamanku bagian dari Radio Nederland Wereldomroep, ajang untuk kaum pelajar dan mahasiswa Indonesia berbagi pengalaman soal studi dan hidup di Belanda. Semoga bermanfaat

Jangan cuma mimpi sekolah gratis dan jalan-jalan keliling Eropa. Beasiswa dari Negeri Belanda bisa bikin semua jadi nyata!

Tiap tahun Belanda menyediakan ratusan beasiswa untuk mahasiswa Indonesia. Yang ditawarkan biasanya beasiswa untuk program Master alias S2. Semua ditanggung. Dari tiket pesawat p.p. sampai biaya hidup dan uang kuliah. Sayangnya, kadang ada kursi beasiswa yang kosong melompong alias tidak diberikan kepada siapa pun, gara-gara mahasiswa Indonesia nggak punya cukup informasi untuk mengajukan proposal beasiswa.

Beasiswa yang diberikan Negeri Belanda biasanya dikelola oleh Nuffic – organisasi yang mengkoordinasi kerjasama internasional di bidang pendidikan tinggi. Yang perlu diperhatikan adalah, Nuffic hanya memberikan dana. Jadi, mendaftar universitas dan memilih program studi, itu sih, lain lagi urusannya.

Pilih-pilih
Yang pertama kali perlu dilakukan jika Kawan berminat meneruskan pendidikan tinggi di Belanda adalah mencari jurusan dan universitas yang tepat. Pilihan program Master di (hampir) semua universitas Belanda bisa dilihat di situs Universitairemasters. Pokoknya browsing dengan teliti, baca semua dari A-Z, mulai dari kurikulum program studi sampai syarat-syarat penerimaan mahasiswa. Nah, kalau sudah menemukan universitas impian hati, jangan ragu-ragu untuk mengontak universitas yang bersangkutan lewat e-mail. Tiap program studi biasanya mencantumkan contact person di situs mereka. Dan, jangan takut nggak dibalas, contact person universitas-universitas di Belanda biasanya sangat terbuka dan sigap membantu.

Motivation Letter
Kalau semua sudah jelas (syarat, kurikulum, dll) segera kirimkan formulir dan berkas pendaftaran ke universitas bersangkutan. Gampangnya lagi, sekarang universitas di Belanda rata-rata sudah menerima pendaftaran secara online. Jadi semua berkas bisa dikirim lewat e-mail, nggak perlu lagi susah-susah ke kantor pos. Yang perlu diperhatikan adalah: lengkapi semua dokumen. Dan buat CV dan Motivation Letter secanggih-canggihnya. Maksudnya, yang catchy, segar, menarik, dan meyakinkan. Bahasa yang digunakan juga harus sempurna. Jangan sampai batal diterima gara-gara banyak kesalahan eja atau penggunaan gramatika yang amburadul.

Kirimlah berkas pendaftaran ini sedini mungkin. Artinya, kalau Kawan berniat mulai kuliah bulan Agustus 2011, berkas pendaftaran sudah harus masuk selambat-lambatnya Oktober 2010. Atau kalau mau mulai kuliah Februari 2011, berarti April tahun sebelumnya semua berkas sudah harus dikirim. Jangan lupa, cantumkan di formulir pendaftaran kalau Kawan berencana mengajukan beasiswa tertentu, biar pihak universitas juga bisa koordinasi dengan lembaga beasiswa.

Beasiswa
Untuk memilih beasiswa yang cocok, Kawan bisa klik situs Nuffic atau Neso. Di sana mereka punya bejibun program beasiswa.

Nah, beberapa bulan setelah bekas pendaftaran diterima, universitas akan mengabarkan apakah Kawan diterima di program studi mereka.

Kalau nggak diterima? Perjuangan belum selesai, coba universitas lain tahun berikutnya!

Kalau diterima? Perjuangan juga belum selesai, waktunya daftar beasiswa.

Sebenarnya prosedur daftar beasiswa juga hampir sama seperti daftar universitas. Hanya saja, universitas biasanya akan memberi semacam surat pernyataan/rekomendasi untuk dilampirkan ketika mendaftar beasiswa. Isinya kurang lebih mengenai alasan mereka menerima Kawan, dan mengapa Kawan dianggap berpotensi untuk menerima beasiswa. Pendaftaran beasiswa ini juga ada deadline-nya. Jadi, sering sekali terjadi, mahasiswa diterima di universitas, tapi tidak menerima beasiswa gara-gara telat daftar. Makanya, itu tadi, daftar ke universitasnya juga harus agak cepat. Biar ngurus beasiswanya lancar.

Kalau CV dan Motivation Letter Kawan menarik hati (atau simpati dan rasa kasihan) Nuffic, mereka akan menghubungi Kawan. Dan, dijamin, ketika beasiswa dinyatakan berhasil diraih, jalan menuju Belanda akan semulus jalan tol Padalarang waktu baru dibangun.

Universitas
Mengajukan beasiswa kelihatannya ribet? Mungkin iya. Tapi nggak berasa, kok. Kan prosesnya makan waktu kurang lebih setahun. Jadi ribetnya dicicil. Kalau malas ribet mengajukan dua application (ke universitas dan ke Nuffic), silakan bayar sendiri. Eh, maksudnya, silakan cek juga situs-situs universitas Belanda. Beberapa universitas juga punya program beasiswa sendiri, seperti beasiswa Eric Blumink dari Universitas Groningen, dan beasiswa Utrecht Excellence dari Universitas Utrecht. Intinya, aktiflah mencari informasi dan jelilah memanfaatkan kesempatan. Asal nggak kesempitan aja.

 

Sumber: http://blogs.rnw.nl/pengalamanku/2011/02/10/beasiswa-belanda-apa-dan-bagaimana/

 

One thought on “Beasiswa S2 di Belanda untuk Mahasiswa Indonesia

  1. wahh…keren sekali. Saya masih mengantongi cita-cita itu. Tidak akan kubuang. Saya mau bertanya, kalau misalnya tidak bisa berbahasa belanda, kemungkinan diterimanya ada ga ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s